Melalui rangkaian kata ku coba untuk mengatakan apa sebenarnya yang masih tersimpan di hatiku sampai saat ini. Jika misalnya dulu aku selalu menghindar dari perhatian yg dirimu berikan, kini aku hanya mampu membayangkan seandainya saat ini dirimu kembali lagi dan mengizinkan diriku menggapai harapan yang masih tersisa ini,ku ingin memberikan sepenuhnya kesempatan yang dulu engkau berikan. Namun sudahlah aku sadar khayalanku ini terlalu jauh untuk selalu terjaga,biarlah ku sendiri tanpa dirimu yang dulu pernah membukakan pintu pencerahan meskipun hanya sejenak. Sekarang aku hanya berpegang pada satu kata bahwa tiada sesuatupun kehidupan yang sempurna dan mungkin inilah satu pembelajaran yang mesti aku benahi.
Buat seseorang yang mungkin tlah tersakiti oleh goresan pisauku,aku hanya berharap melalui kemaafan yang aku sampaikan ini,semoga dirimu mampu memberikan pintu maaf untuk diriku dan semua yang tlah aku semaikan, seribu kali maaf aku hanya bisa mengatakan Maafkan....Maafkan....Maafkanlah Aku...
